my documentation

beberapa catatan kecil

setting NAT pada Mikrotik RouterOS

leave a comment »

Network Address Translation atau yang lebih biasa disebut dengan NAT adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan (security), dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan.

Saat ini, protokol IP yang banyak digunakan adalah IP version 4 (IPv4). Dengan panjang alamat 4 bytes berarti terdapat 2 pangkat 32 = 4.294.967.296 alamat IP yang tersedia. Jumlah ini secara teoretis adalah jumlah komputer yang dapat langsung koneksi ke internet. Karena keterbatasan inilah sebagian besar ISP (Internet Service Provider) hanya akan mengalokasikan satu alamat untuk satu user dan alamat ini bersifat dinamik, dalam arti alamat IP yang diberikan akan berbeda setiap kali user melakukan koneksi ke internet. Hal ini akan menyulitkan untuk bisnis golongan menengah ke bawah. Di satu sisi mereka membutuhkan banyak komputer yang terkoneksi ke internet, akan tetapi di sisi lain hanya tersedia satu alamat IP yang berarti hanya ada satu komputer yang bisa terkoneksi ke internet. Hal ini bisa diatasi dengan metode NAT. Dengan NAT gateway yang dijalankan di salah satu komputer, satu alamat IP tersebut dapat dishare dengan beberapa komputer yang lain dan mereka bisa melakukan koneksi ke internet secara bersamaan.

Misal kita ingin menyembunyikan jaringan local/LAN 192.168.0.0/24 dibelakang satu IP address 202.51.192.42 yang diberikan oleh ISP, yang kita gunakan adalah fitur Mikrotik source network address translation (masquerading) . Masquerading akan merubah paket-paket data  IP address asal dan port dari network 192.168.0.0/24 ke 202.51.192.42 untuk selanjutnya diteruskan ke jaringan internet global.

Untuk menggunakan masquerading, rule source NAT dengan action ‘masquerade’ harus ditambahkan pada konfigurasi firewall:

[widhy@routerOS] > /ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=public

Jika di setting menggunakan Winbox, langkahnya seperti berikut ini :

untitled

untitled1untitled2

Written by nugrahaputra

April 6, 2009 at 8:28 am

Ditulis dalam Software

Tagged with ,

configuring unixODBC – ODBC in CentOS

leave a comment »

ODBC (Open Database Connection) adalah sebuah API (Application Programming Interface) yang bertugas menjembatani antara software dengan DBMS (Database Management System). untuk lebih lengkapnya baca disini.

unixODBC

unixODBC adalah salah satu implementasi dari ODBC yang berjalan pada plattform unix, linux, macOS X, IBM OS/2 dan Microsoft Interix.

Untuk instalasi unixODBC pada mesin berbasis centOS (Red Hat Linux), perintahnya adalah :

  1. Instalasi paket yang dibutuhkan
    [root@vm01 ~]# yum install compat-libstdc++-33.i386 libtool-ltdl.i386 libX11 libXcursor libXext
  2. Install unixODBC dan unixODBC-devel
    [root@vm01 ~]# yum install unixODBC unixODBC-devel
  3. Setting file konfigurasi /etc/odbcinst.ini
    File ini digunakan untuk menampung driver DBMS jika kita telah minginstall DBMS sebelumnya, untuk contoh, saya menggunakan DBMS DB2 yang telah terinstall. Langkahnya, edit file /etc/odbcinst.ini dan tambahkan baris berikut :
    [DB2]
    Description             = ODBC for DB2
    Driver          = /opt/IBM/db2/V8.1/lib/libdb2.so
    FileUsage               = 1
    DontDLClose             = 1
  4. Setting file konfigurasi /etc/odbc.ini
    File ini digunakan untuk mengkoneksikan database yang ada pada DBMS ke ODBC. langkahnya, edit file odbc.ini, tambahkan baris berikut :
    [testdb]       //sesuaikan dengan nama database yang ada pada DBMS
    Description= testDB
    Driver          = DB2     //sesuaikan dengan nama driver DBMS yang ada pada file odbcinst.ini
    Database     = testdb //nama database
  5. Terapkan setting konfigurasi driver dan DSN (Data Source Name), perintahnya :
    - menerapkan setting driver (odbcinst.ini)
    [root@vm01 ~]# odbcinst -i -d -f /etc/odbcinst.ini
    -menerapkan setting DSN (odbc.ini)
    [root@vm01 ~]# odbcinst -i -s -l -f /etc/odbc.ini
  6. Cek daftar DSN yang telah terkonfigurasi
    [root@vm01 ~]# odbcinst -s -q
    [test]
    [testdb]
    [mydsn]
  7. Connect ke DSN yang dituju.
    [root@vm01 ~]# isql -v testdb db2admin db2admin
    +---------------------------------------+
    | Connected! |
    +---------------------------------------+
    SQL>

Sekian dokumentasi proses konfigurasi unixODBC. Mohon kritik dan saran untuk pengembangan lebih lanjut.

Written by nugrahaputra

April 1, 2009 at 9:07 am

Ditulis dalam Software

Tagged with , ,

install + configure IBM DB2 – centOS i386

leave a comment »

dokumentasi berikut ini merupakan proses instalasi database engine IBM DB2 pada mesin berbasis centOS

beberapa spesifikasinya :

  • IBM DB2 v8.1
  • mesin server IBM x3200
  • centOS 5.0

IBM DB2 Universal Database

IBM DB2 merupakan database server enterprise yang cocok untuk database server dengan kapasitas sangat besar atau untuk data warehouse. IBM mengeluarkan dua versi DB2: enterprise edition, dengan lisensi yang terbatas untuk user terdaftar, dan Express-C edition yang bebas digunakan.

Kali ini digunakan IBM DB2 V8.1 untuk mesin IBM Server x3200 yang terinstal CentOS 5.0 i386.

langkah-langkah instalasi DB2 adalah sebagai berikut.

  1. Siapkan paket DB2 yang akan diinstall.
  2. Buat user db2admin dan db2as pada mesin server, user ini nantinya akan terintegrasi dengan mesin DB2. perintahnya :
    [root@vm01 ~]# useradd db2admin
  3. Tentukan passwordnya,
    [root@vm01 ~]# passwd db2admin
    Changing password for user db2admin.
    New UNIX password:
    BAD PASSWORD: it is based on a dictionary word
    Retype new UNIX password:
    passwd: all authentication tokens updated successfully.
    [root@vm01 ~]#
  4. Import paket instalasi db2 ke mesin server menggunakan FTP atau yang lainnya.
    [root@vm01 ~]# ls -l
    total 120
    -rw-r--r--  1 root root  1059 Mar 19 17:49 anaconda-ks.cfg
    drwxr-xr-x  3 root root  4096 Mar 19 19:20 db2v81
    -rw-r--r--  1 root root 33726 Mar 20 17:07 httpd.conf
    -rw-r--r--  1 root root 55191 Mar 19 17:49 install.log
    -rw-r--r--  1 root root  2707 Mar 19 17:48 install.log.syslog
  5. Eksekusi perintah db2_install
    [root@vm01 db2v81]# ls
    db2            db2setup  readme.cn  readme.pl  readme.txt
    db2_deinstall  doc       readme.jp  readme.ru  regdbv81.rsp
    db2_install    doc.cmn   readme.kr  readme.tw  root@
    [root@vm01 db2v81]# ./db2_install


    Specify one or more of the following keywords,
    separated by spaces, to install DB2 products.


    Keyword        Product Description
    DB2.WSE        DB2 Workgroup Server Edition for LINUX
    DB2.ADMCL      DB2 Administration Client for LINUX
    DB2.ADCL       DB2 Application Development Client for LINUX


    Enter "help" to redisplay product names.

    Enter "quit" to exit.

    ***********************************************************
    ketikkan DB2.WSE dan tekan enter. Kemudian proses instalasi akan berjalan

  6. Buat akun db2admin untuk login ke DB2 sesuai dengan akun pada mesin yang telah dibuat sebelumnya. perintahnya :
    /opt/IBM/db2/V8.1/instance/db2icrt -a SERVER -p 43210 -s wse -w 32 -u isikan username(db2admin) isikan password(db2admin)
  7. Buat akun db2as, perintahnya :
    /opt/IBM/db2/V8.1/instance/dascrt db2as
  8. Login sebagai db2admin, dan jalankan DB2
    [db2admin@vm01 db2v81]$ db2start
    SQL1063N  DB2START processing was successful.
    [db2admin@vm01 db2v81]$
  9. Masukan lisensi
    [db2admin@vm01 db2v81]$ db2licm db2/license/db2wse.lic
    DBI1402I License added successfully.


    DBI1426I This product is now licensed for use as specified in
    the License Acceptance and License Information
    documents pertaining to the licensed copy of this
    product.  USE OF THE PRODUCT CONSTITUTES ACCEPTANCE OF
    THE TERMS OF THE IBM LICENSE ACCEPTANCE AND LICENSE
    INFORMATION DOCUMENTS, LOCATED IN THE FOLLOWING
    DIRECTORY: /opt/IBM/db2/V8.1/license/en_US.iso88591

    [db2admin@vm01 db2v81]$
  10. Masuk DB2 console
    [db2admin@vm01 db2v81]$ db2
    (c) Copyright IBM Corporation 1993,2002
    Command Line Processor for DB2 SDK 8.1.0

    You can issue database manager commands and SQL statements from the command
    prompt. For example:
    db2 => connect to sample
    db2 => bind sample.bnd

    For general help, type: ?.
    For command help, type: ? command, where command can be
    the first few keywords of a database manager command. For example:
    ? CATALOG DATABASE for help on the CATALOG DATABASE command
    ? CATALOG          for help on all of the CATALOG commands.

    To exit db2 interactive mode, type QUIT at the command prompt. Outside
    interactive mode, all commands must be prefixed with 'db2'.
    To list the current command option settings, type LIST COMMAND OPTIONS.

    For more detailed help, refer to the Online Reference Manual.

    db2 =>

  11. Proses instalasi selesai dan kita telah dapat menggunakan DB2 sebagai database server atau data warehouse

Sekian dokumentasi tentang instalasi DB2 Database Server pada CentOS 5.0. Jika ada kesalahan mohon dipersori, dan ditunggu kritik serta sarannya..

=D

Written by nugrahaputra

April 1, 2009 at 4:01 am

Ditulis dalam Software

Tagged with , ,

Konfigurasi PCrouter – mikrotik – speedy

leave a comment »

Pada tulisan ini saya akan menjelaskan bagaimana membuat sebuah router dengan
PC dekstop dan Mikrotik RouterOS menggunakan koneksi telkom Speedy. Router ini
bisa digunakan untuk membagi koneksi jika kita ingin membuat sebuah jaringan
lokal (LAN) untuk rumah yang menggunakan lebih dari 1 PC atau untuk RT/RW net.

Secara garis besar, langkah-langkahnya adalah sbb :
1. Siapkan perangkat-perangkat yang dibutuhkan,
2. Download dan install mikrotik RouterOS,
3. Konfigurasi koneksi PC dengan modem ASDL,
4. Konfigurasi lainnya (NAT dan Web Proxy).

  1. Mempersiapkan perangkat-perangkat
    PC dengan spesifikasi minimal :

    • memori 1GB,
    • hardisk 40GB,
    • dan Procecor berfrekuensi 3,0 keatas untuk single core atau 2,0 keatas untuk dual core.
    • minimal dua ethernet card
  2. Kemudian modem ADSL untuk koneksi Speedy.
    Sebuah switch minimal 8 port untuk membuat LAN dibawah router.
    Kabel UTP dan RJ45 dilengkapi dengan crimping tools

    Langkah selanjutnya pastikan semua perangkat menyala dan terhubung.

  3. Instalasi dan konfigurasi mikrotik RouterOS pada PC
  4. Kita bisa mendapatkan mikrotik RouterOS disni atau yang lain disini dan disini
    Setelah mendapatkan Mikrotik, burn ke dalam cd dan install.
    Jika proses instalasi selesai, login kedalam mikrotik anda. username default awal adalah admin dan password kosong setelah itu anda dapat mengganti password admin anda dengan perintah:

    [admin@router] > password
    old password: *****
    new password: *****
    retype new password: *****

    Memberi nama mikrotik

    beri nama router dengan perintah :

    [admin@router] > system identity print
    name: "Mikrotik"
    [admin@router] > system identity edit
    value-name: name

    masuk ke editor, ketik misal saya ganti dengan nama PCrouter:
    PCrouter
    C-c quit C-o save&quit C-u undo C-k cut line C-y paste

    tekan ctrl-o untuk menyimpan dan keluar editor.

    Memberi nama interface (ethernet) pada mikrotik

    perintahnya :

    [admin@PCrouter] > /interface print
    Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
    # NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
    0 R ether1 ether 0 0 1500
    1 R ether2 ether 0 0 1500
    [admin@PCrouter] > /interface edit 0
    value-name: name

    Nilai 0 adalah nilai ether1, jika ingin mengganti ethet2 nilai 0 diganti dengan 1.
    masuk ke editor ketik misalnya diganti dengan nama “local”:
    local
    C-c quit C-o save&quit C-u undo C-k cut line C-y paste

    tekan ctrl-o untuk menyimpan dan keluar.
    lakukan penggantian nama untuk ethernet0 sebagai “public” yang terhubung ke modem speedy dan ethernet1 sebagai “local” yang terhubung ke LAN (switch).

    Setting alamat IP interface

    Ada 2 cara untuk memberikan alamat IP ke interface Mikrotik, dengan cara DHCPatau manual
    IP DHCP
    dengan DHCP, kita akan mendapatkan konfigurasi IP secara otomatis.
    Perintahnya :
    [admin@PCrouter] > ip dhcp-client enable local

    IP Manual
    Untuk menghubungkan dengan modem ADSL Speedy,tentukan Alamat IP interface secara manual dengan perintah :
    [admin@PCrouter] > ip address add
    address: 192.168.1.2/24
    interface: public

    dan IP pada interface local kita set sebagai berikut:
    [admin@PCrouter] > ip address add
    address: 192.168.0.1/24
    interface: local

    cek konfigurasi ip yang telah di set dengan perintah :
    [admin@PCrouter] > ip address print

  5. Setting koneksi PCrouter-Speedy
  6. Untuk melakukan koneksi terhadap speedy, kita harus mengaktifkan fitur PPOE pada Modem ADSL Speedy lewat Mikrotik.
    langkah-langkahnya adalah :
    mengaktifkan fitur PPPoE
    [admin@PCrouter] > interface pppoe-client add name=pppoe-user-speedy user=(user speedy)@telkom.net password=(masukkan pasword speedy) interface=public service-name=internet disabled=no
    set gateway router
    [admin@PCrouter] > ip route add gateway= 192.168.1.1 (alamat default modem ADSL)
    [admin@PCrouter] > ip route print
    set DNS
    [admin@PCrouter] > ip dns set primary-dns=202.134.1.10 allow-remote-request=yes
    [admin@PCrouter] > ip dns set secondary-dns=202.134.0.155 allow-remote-request=yes

    cek koneksi ADSL
    untuk mengecek apakah fitur PPPoE sudah terhubung, perintahnya :
    [admin@PCrouter] > log print

  7. Konfigurasi NAT dan Web Proxy Mikrotik
  8. untuk konfigurasi NAT mikrotik dan Web Proxy mikrotik dapat dilihat di tulisan saya selanjutnya

Written by nugrahaputra

Maret 19, 2009 at 4:18 am

Ditulis dalam Hardware

Tagged with ,

Reset Blinking Printer Canon IP100

leave a comment »

Cara 1
Langkah 1: Manual for Service mode
1. Lepas kabel POWER dan USB.
2. Buka pintu printer dan TEKAN+TAHAN tombol POWER
3. Pasang lagi kabel POWER
4. Tutup pintu printer, lepas tombol POWER.
5. Nyalain printer seperti biasa & seharusnya udah nggak blinking lagi

Langkah 2 : Membuat supata permanen (cara 1)
1. Hubungkan kabel USB & nyalain Printer
2. Buka “General Tools for iP1000″,
bisa download di sini
3. Pilih USB PORT Anda
4. Pilih SET DESTINATION – 1

Seharusnya cara itu udah ngereset si printer, tapi entah kenapa si printer balik lagi blinking kalo kabel powernya pernah dicopot. Jadi coba cara ke-2 yaitu pake ServiceTool-nya IP1500

Langkah 1: Manual for Service mode (cara 2)
1. Lepas kabel POWER dan USB.
2. TEKAN+TAHAN tombol POWER
3. Pasang lagi kabel POWER
4. Lepas tombol POWER.
5. Nyalain printer seperti biasa & seharusnya udah nggak blinking lagi

Step 2 : Software for Permanant (2nd method)
1. Hubungkan kabel USB & nyalain Printer
2. Buka “General Tools for iP1500″,
download di sini

Written by nugrahaputra

Mei 9, 2008 at 8:13 am

Ditulis dalam Hardware

Tagged with

Silabus Ilmu Komputer UB

leave a comment »

di link matematika terdapat silabus matakuliah program studi Ilmu Komputer Universitas Brawijaya berdasarkan Kurikulum terbaru tahun ajaran 2007-2008.


Written by nugrahaputra

Maret 19, 2008 at 10:17 am

Ditulis dalam Kuliah